Rabu, 21 Maret 2012

satu kisah sejuta cerita

episode : 2
jalanan riuh ramai siang dan malam..
sedikit banyak menyimpan ratusan bahkan ribuan cerita pahit sedih manis dn bhagia..
berawal dari sebuah keinginan akan kebebasan..
dia,mereka,kalian..sedianya berkata takan ada sebuah perubahan dalam diriku..
kadang program revolusi sempat terproposalkan dlm otak kecil berkapasitas rendah penuh virus kehidupan ini..
hidupnya,tak ada artinya pada sanak sodaranya..
pendapatnya.menjadi lelucon besar sekumpulan penghuni jalanan.
pernah suatu saat sedikit tersirat keinginan untuk menjadi putra putri bangsa dengan pendidikan tinggi, tapi sial.. itu tak menjamin akhlaq dan kelakuan ku pun menjadi baik, saat itu terfikir selalu teringat ucap sahabatku " lebih baik kita kecil dan berbuat dosakecil pula, itu akan merugikan sedikit orang, dari pada menjadi orang besar dan berbuat kesalahan dan dosa besar pula itu akan merugikan setiap orang yang ada di bawahnya".

tak habis pikir masih ada orang bijak di jalanan ahaahaha, semakin lucu saja hidupku..
banyak hal yang tak kudapatkan di rumah ku dapatkan di sini, dan sedikit hal yang ku pahami di rumah ketika ku tak sampai ke tempat ini.
sebagaian pengalaman hidup yang menjadi motivasi dan kerangka susunan acara kehidupan ku terolah dan terbetuk d sini, lingkungan kasar namun terpelajar ahahahah (kata satpam sekitaran kompleks jalanan).
Curahan hati..
Kadang semua itu terasa indah saat hasrat dan keinginan terpenuhi..
namun semua itu takcukup kuat agar ketenangan batin terobati,,
tak papa menjadi ulat menjijikan kala melintas dalam rel keramaian dan kemewahan, dari pada harus menjadi kupu dalam gersang dan sandiwra ketamakan.
to be continue.....

satu kisah sejuta cerita

pada tulisan saya kali ini, mengandung cerita bersambung dengan episode 
episode : 1
Embun bening berselimut akan dingin udara pagi terlihat pada sebuah daerh dimana ia lahir dengan kelebihan dan kekurangan serta keteracuhan dan kasih sayang yang amat sangat tidak berimbang kemudian mengelola pola pikir menyimpang akibat pergaulan bebas.

Sebut saja irwan seorang anak yang dalam proses keremajaannya terasingkan karena duniata kedua ortunya, sibuk dengan karir yang seakan menjadi kebahagiaan sejati saat terlihat hasilnya kelak.
“hidup ini amat indah saat ku dapat berlari keluar dari rumah, dan menjadi neraka saat ku harus duduk diam ditemani sepi dalam rumah” keluh kesah batin anak itu.

Pagi ini tepat hari terakhirnya menuntut ilmu pada sebuah SDN di daerhnya, langkahnya gaduh tak berirama merdu mendekat pada sebuah rumah dmana ia jadikan sebagai tempat persinggahan sementara. “ ma…knp tdk datang tadi?” kata remaja itu lirih “ mama sibuk“ sahut ibundnya acuh. Dengan kecewa ia beranjak masuk ke dalam kamar.
Tidak lama kemudian dengan dandanan compang camping ia keluar “ aku keluar” teriak remaja itu tergesah.

Curahan hati…” rumahku nerakaku, jalanan tempatku bernaung, belajar untuk menebalkan mental dan mengasah kepribadian mandiri, bukan parasit pada keadaan, seseorang ataupun materi duniata, di jalanan ku ukir kisah dengan mereka yang terlantarkan keadaaan, yang tersakiti oleh materi, terkurung ketakutan pada sang penguasa berwujut bersuara yang penuh bualan semata, meski kadang apa yang kami anggap baik tidaklah baik dimata orang-orang yang tak mengerti dan tak mau mengerti kedaan kami, adahalnya kami berlaku menyimpang untuk menarik simpati mereka meski dalam hal negative yang merugikan bahkan mencelakakan orng lain, namun tak ada kata sesal terlontar dari bibir kami, satu ideology semua kan indah pada saatnya dengan motivasi  ulatpun dapat berubah menjadi kupu-kupu yang elok nan indah serta tujuan jati diri kami satukan rasa,cinta dan solidaritas sebaagai saudara dan bukan orang lain. Sahabat bukan  penghianat, teman dan bukan lawan, di sinilah dimulai kisah seorang remaja terbuang  yang berproses  menjadi super hero tanpa kelebihan dalam bentuk imagin terlihat untuk rakyat tapi untuk diriku sendiri .

Tobe continue…………..

tembang sore

 Takjub ku gambarkan dari sekian banyak garis-garis pembentuk Rona Wajahku,
tertegun !!!.. Sudah pasti tercermin pada ruang terawang kecil pada bola mata berukuran sedang ini
telinga ini bergetar seperti terbelai alunan musik lembut nan indah
bibir ini spontan tercibir senyum saat terdengar alunan tembang tak merdu namun beraturan itu
tembang ini memanjakan selaput gendang telinga ku kala sore
berada pada selap-selip pepohonan dan semak belukar desa
laksana pemain drumband  menghentak dan memetik alat musiknya
para jangkrik penembang ini bag musisi dalam balutan senja sore
Hening sore itu perlahan menjadi lomba
Berdatangan nada nada baru ikut serta dalam  parade pentas seni itu
Kicauan dan hembusan angin semakin menambah elok sore
Berbias panorama kalem cahaya kuning kemerahan langit