Sabtu, 07 April 2012

"Akakankah Daku menyusulmu ke surga"


Sore itu terlihat biasa dengan nyanyian jangkrik dengan bercak senja pada dinding lagit.
sadarkah aku??
saat perlahan mata ini terpaku pada semut semut hitam kecil bahu membahu melintas pada seutas benang,
semakin detail mata ini menatap terlihat seekor semut muda tertatih melangkah dan terpeleset hingga jatuh, kala itu seakan terdengar jeritanya memanggil dengan nada rintih amat pilu,terlihat berat bebannya sampai kaki kai kecilnya tak sanggup kokoh berdiri.
tuhan,, jika suatu saat mata ini berkaca kaca dan meneteskan air mata, akan kah ada yang dapat membantuku,,?
tuhan,, jika dosa ini tak kunjung habis dan hilang, akan kah daku dapat menyusul bunda ke surga ??

Jumat, 06 April 2012

Siapa Tuan dan Siapa Kacung

Kemarin begitu lantang terucap guna baktimu,seakan gelapnya dunia akan kau hijaukan bahkan putihkan dengan tanganmu, ketika itu sayup-sayup mata berlumuran iluh bentuk kobaran semangat dan mengagung-agungkanmu bergejolak enggan tuk pergi ingin tetap memapahmu untuk menjadi kerongkongan dan bibir penyampai keluh kesah kami sang manusia kurang beruntung dalam kehidupan ini. Coba dengar… dentuman janji dan prakarya ilmiah tentang pembangunanmu masih terdenting hangat pada selip-selup selaput gendang penuh kekecewaan ini, tak pernah tahu kebohongan ataukah kebenaran yang masih terbungkus rapih dan mungkin tak akan pernah terwujud, entah mengapa kekuasaanmu bag perekat hingga sulit tuk di lepaskan. Huuuuuufffttttt……!!!! Mungkin apa yang ku dengar sebatas gurauan sang pelayan yang sedang terlena melupakan dapurnya, sang kacang melupakan kulitnya,. Berfikirpun tetap kami tak mengerti dan kebingungan ini semakin menumpuk, siapa sebenarnya yang harus dengar keluh kesah kami, siapa yang hendak menyuarakat bait kata dan kalimat yang tak dapat tersuarakan ini, dan siapa yang harusnya melayani kami ? Badut berkantong menggemaskanpun dapat tertawa melihat realitas yang terputar Seratus Delapan Puluh Derajat ini, dan tetap tak bisa kumengerti siapa tuan dan siapa kacung dalam Drama kehidupan ini.

Senin, 02 April 2012

Cintakah Ini( debar gemulai hati menatapnya )

"Tak kenal maka Ta' aruf " istilah keren dari negeri seberang, sekilas kata ini mengandung makna yang amat sangat dalam, sampai titik kalbu pada garis ketenangan pun bergetar mendengarnya.
di indonesia kata ini di kembangkan dengan pesat oleh para remaja, dengan pemaknaan "Pacaran", sekedar menganalisa hubungan ini bukan hubungan sakral layaknya suami isteri tapi hubungan yang terjadi akibat terucap ijab qabul abal-abal bermodal rasa suka dan ketenangan terhadap pasangan yang biasa mereka sebut dengan "CINTA".
ini mungkin yang ku rasa ini mungkin yang ku lihat dan ku dengar,
indah namun otak dan mata ini tak pernah bisa tau apa penyebabnya,
sedih luka dan niris tapi hati ini tak akan pernah jenuh
saat rindupun semakin menyiksa saat dia jauh,
mengikat namun dada ini tak pernah sesak di buatnya

slalu jadi airsaat api menyala
dan tetap jadi api saat air membeku
sebelumnya tak pernah berfikir apa motivasimu
yang ku bisa hanya mengukuhkan egois dalam dalam pada otak dan jiwa ku
maaf hanya itu yg bisa ku ungkapkan
bibir ini tak mampu merangkai kata agar kau tersenyum

Minggu, 01 April 2012

Apakah Aku

Setiap kli ada kegetiran dan kegalauan hati serta setumpuk prasaan suram
aku coba tuliskan dalam sebuah buku yang sesekali ingin aku perlihatkan
pada orang-orang yang berhati baik dan bisa memahami aq apa adanya
aku coba merangkumnya dalam bentuk tampilan
yang berbalut kepahitan dari sosok seseorang seperti aq ini
bukanlah kelangkar yg harus di baca hingga menyesakan dada
ini hanya untuk membuka hati sahabat-sahabat ku bagai mana perih dan sakitnya aq memperjuangkan hidup untuk menjalaninya dengan bahagia
aq mengandaikan pribadi ku sperti seekor tikus yg berkeliyaran bebas kesana kemari namun tak
satupun lorong yg menerima aq untuk sekedar berteduh aq ingin menangkap hati setiap pribadi yg membaca tulisan ini apakah dia akan merasakan dan mengerti alur cerita yang aq sampaikan meski aq tau tak sdikit orang yang membinci bahkan menghina hidup q meski sejauh ini aq tak pernah menorehkan luka atau mengubah omongan orang menjadi sakit hati, aq ingin membebaskan hati q sendiri.





By : Zakty Satria

PENYESALAN

dengan sepenggal gorensan tinta terbata-bata ini
akan ku coba ukir dalam dalam pada dinding egois dalam diriku
sadar,,,!!! betapa bodohnya aku
hanya bisa meratapinya dalam hening malam

maaf ibu hanya ini yg dapat terucapa saat dikau tiada
hanya gelak tawa tak ikhlas yg bisa trpancar dari pucat bibirku
menangispun aku tak malu untukmu
sungguh durhakanya aku

maaf ibu setelah sekian lama hanya dapat menggoreskan luka pada hatimu
tak pernah bisa membuatmu bangga dengan apa adanya aku
tak sanggup memberi dan hanya terus meminta
tak sekalipun memuji sebaliknya terus terlontar caci

maaf ibu sampai akhirnya dikau tiada
tangan ini masih keras dan congkak
badan ini masih rapuh butuh kasih sayang
jiwa ini kosong mengharapkan bimbingan