dengan sepenggal gorensan tinta terbata-bata ini
akan ku coba ukir dalam dalam pada dinding egois dalam diriku
sadar,,,!!! betapa bodohnya aku
hanya bisa meratapinya dalam hening malam
maaf ibu hanya ini yg dapat terucapa saat dikau tiada
hanya gelak tawa tak ikhlas yg bisa trpancar dari pucat bibirku
menangispun aku tak malu untukmu
sungguh durhakanya aku
maaf ibu setelah sekian lama hanya dapat menggoreskan luka pada hatimu
tak pernah bisa membuatmu bangga dengan apa adanya aku
tak sanggup memberi dan hanya terus meminta
tak sekalipun memuji sebaliknya terus terlontar caci
maaf ibu sampai akhirnya dikau tiada
tangan ini masih keras dan congkak
badan ini masih rapuh butuh kasih sayang
jiwa ini kosong mengharapkan bimbingan
