episode : 3
Hari demi hari terus berlalu tanpa pernah mau menunggu saat aku dapat berdiri tegak dan mengacungkan kepalan tangan ini pada arah dinding langit, dan tanpa pernah sadar ternyata tubuh ini berkembang menjadi lebih dewasa.
Siang itu di bawah terik mentari yg membakar tubuh itu, terdentink irama petikan senar gitar tak beraturan namun bernada, masih teringat syair lagu yg biasa di nyanyikan pengamen lampu merah untuk mendapat imbalan, dan ingat itu bukan buah belas kasihan namun buah karya seni bagi kami, saat itu waktu terasa cepat hingga tak sadar senja sore telah datang, dan tak lama kemudian malampun tak ketinggalan menjemput rona cahaya senja sore waktu itu.
setelah istirahat kami lanjutkan untuk menyalurkan bakat musik rendahan kami pada panggung ramai d seberang jalan he hee, beberapa saat kemudian karena lelah kami putuskan untuk pulang dan beristirahat.
Dalam perjalanan tiba tiba kawanku terjatuh sebuah kayu balok berukuran sedang melayang tepat pada arah kepalanya, tak lama setelahnya terdengar jeritas kasar dari ujung lorong di ikuti langkah kaki yang cepat sperti orang sedang berlalari.
"Iwan Tai laso" (kata jorok di daerah itu) " sudah ku bilang jangan pernah mengamen d tempatku" kata lelaki sombong itu, "Tidak ada larangan di tempat itu, jadi kenapa tidak boleh ?? " jawab iwan, "bastrad...!!! teriak laki-laki itu sambil memukul wajah iwan dengan penuh tenaga hingga iwan tersungkur dengan hiasan darah pada hidungnya, " kalau masih ingin hidup ingat baik-baik kataku iwan" kembali lelaki itu berkata pada iwan.
tak lama kemudian lelaki itu meninggalkan iwan dan dua tmannya itu, sambil mengeluarkan tawa kemenangan dan penindasan.
Curahan hati...sampai kapan hidup ini menerapkan undang-undang Rimba sperti ini,
yg lemah akan tertindas dan yg kuat akan semena-menah, pernah terlintas "andai dia seukuran denganku pasti kuhajar ahahahahak, impian !!! faktanya dia lebih perkasa.
kadang kepalan kecil tangan ini sanggup ku acungkan pada tubuh mereka yang besar, namun aku sadar itu tak cukup untuk menjatuhkan.
to be continue...
