Rabu, 28 Maret 2012

BROKEN HOME

Baru kali ini aku merasakan sedih menjadi anak ‘broken home’
Disaat kata2 yang dulu tak menyedihkan bagiku, sekarang semuanya telah membuatku rapuh dan tak berdaya…
Maslah datang bertubi-tubi, membuatku semakin terpuruk. Ku ingin setegar dulu, yang tak menganggap air mata sebagai pengobat hati yang luka.
Ku ingin setangguh dulu, seberat apapun masalhnya, ku tetap bisa tersenyum ceria.
Sekarang….
Aku telah jatuh, dan terlarut dalam kegelapan.
Hati yang terluka, entah apa obatnya. Mungkin selama ini, aku terlalu sombong ketika berada di atas, sehingga aku lupa, hidup itu berputar seperti roda… kadang diatas kadang dibawah.
Saat aku dibawah, hidup terasa begitu menderita, hati, badan jiwa dan bahkan iman pun kadang goyah karenanya.
Mungkin selama ini aku terlaryt dengan kesenangan samapi aku lupa untuk mengingat bahwa suatu saat senyuman akan berubah menjadi tangis.
Kuharap cobaan ini akan menjadi pembentuk kepribadian yang sederhana buat diriku. Menjadi orang yang sabar dan selalu bersyukur pada Allah SWT. Amin…